Minggu, 30 Desember 2007

L e n a

Dengan mulut dekat telinga temanya,
berbisik lembut bagai agen rahasia.
melirik genit menggoda

Lena, Duduk di meja kafetaria
Minum jus jeruk campur mangga.
Pelangsing perut, katanya...

Lena, tampil wajar setiap hari,
Ijazah sekolah kepribadian diri.
sudah dia kantongi.....

Sesekali gelitik renyah bercanda
bisik – bisik seperti bicara politik
Si cantik kembali berbisik ...
Lena terpesona, ternyata

Lena... jangan terlena, ingat pesan orang tua
Lena... jangan terlena, anakku sudah dua
Lena... hubungi aku, singkat saja
Lena... istriku sudah bertanya “siapa dia…?”
Lena... jangan sampai, istriku curiga

Tatapanku dalam Jejak Langkahku

Saat kutatap kaca jendela di sampingku, dia berkata:
“Badanmu kok kurus, nafsu makanmu berkurang, olah raga ringan pun kau tinggalkan dan wajahmu telah jauh dari tampang seorang pemuda”.

Saat kulihat cermin kamar mandiku, dia juga berkomentar:
“Itu berarti semangatmu mulai pudar, tenagamu berkurang, daya jualmu akan terus menurun”

Saat memasuki Front Office, dia bertanya sambil berteriak:
“Hey mau kemana dan apa yang akan kau kerjakan ?”.

Saat kuinjakan kakiku menuju ruang kerjaku, Anak – anak tangga men4 lantai dengan sedikit sok tahu memberitahuku:

“Kau tak akan bisa kemana – mana walau diperdaya oleh permainan logika mereka, kesalahan yang dibenarkan, kebenaran yang diharamkan. Ku tahu semuanya mengusik dan menguras tenagamu agar tak mampu berbuat apa – apa kecuali ikhlas ditindas …”

“atau kau tinggalkan cerita ini untuk pergi mencari cerita baru yang sesuai hati nuranimu”
Sambung meja kerjaku.

Kelaziman atas Kezaliman

kau ajarkan dengan ajaran yang tidak wajar
kau biasakan dengan kebiasaan yang tidak biasa
kau mengatur dengan aturan yang tidak teratur
kau memandang dengan pandangan yang tidak terpandang

kau tertibkan dengan ketertiban yang tidak tertib
kau menata dengan tatanan yang tidak tertata
kau melogikan dengan logika yang tidak logis
kau bijak dengan kebijakan yang tidak bijaksana

kau berikan tanggungjawab dengan tanggungjawab yg tidak bisa dipertanggungjawabkan
kau berikan pekerjaan dengan perkerjaan yg tidak bisa dikerjakan

kau berikan jalan dengan jalan yang tidak bisa jalankan

kau berikan cara dengan cara yang tidak bisa dibicarakankan


kau berikan wewenang dengan sewenang – wenang
kau berikan kemajuan dengan kemunduran
kau berikan persatuan dengan permusuhan

kau berikan kedamaian dengan pertikaian

Kuakhiri

Malam sudah kukatakan
Ku akan pergi meninggalkan
Tentang dirimu dan keangkuhanmu
Maafkan kesalahanku

Tinggalkan langit biru
tinggalkan merah tanah lahirku

Ku kan selalu jadi pengunungan
Pandangimu dari kejauhan
Kau kan selalu jadi sungaiku
Yang alirkan air kesejukan


Kumohon keiklasmu
kutitipkan buah cintaku