Selasa, 28 Oktober 2008

Pemenang Sejati


kau jatuh, kau kalah dan tersingkir dari pertandingan
kadang kau tegar dan tumbuh menjadi besar

terbang tinggi rayakan setiap even kemenangan


kau heading, trickling dan jumping dari kewajaran
walau berat, cepat – cepat kembali ke aturan
kau payah, tenagamu habis, pikiranmu kedodoran


permainan menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan
peraturan - peraturannya begitu mudah untuk dipermainkan
di bawah sinar terang bertabur bintang – bintang kecurangan

kau adalah sang pemenang,
menangis di setiap kemenangan
kau bukan lah si pecundang
tersenyum manis telan pil pahit kekalahan


kau tetap menjadi pemenang sejati
kerja keras, tenaga dikuras, keringat diperas
terhempas di setiap kemenangan
tumpuhan kesalahan di setiap kekalahan

Minggu, 24 Agustus 2008

Surat Cinta

berat memang,
sulit memang…


mungkin aku tak tahu diri tetapi tak mungkin kudiam diri,
baru saja kuinjakan kaki di sekolah ini, kuharus mengatakan isi hati,
menembus dinding kelas dengan hasrat yang begitu keras,
mendaki tangga demi tangga, dengan langkah penuh asa,
tanpa surat cinta namun sarat dengan cinta,
polos tak bersampul merah jambu ku harus katakan padamu….


kau telah sita perhatianku, semoga kau mau
balas perhatikan aku yang tersita olehmu



dibuat buat untuk icha seolah –olah buat kakak kelasnya

Senin, 23 Juni 2008

Lelaki itu...

Spectrum jingga memacar di balik bumi
Sang mentari perlahan sembunyi
Adzan Maghrib berkumandang
Cepat sigap dia bertandang

Ku ingin seperti lelaki itu…

Langkahnya tenang menuju surau dekat rumahku
gambaran ketenangan hati sanubari
baju putih, kain sarung, peci berpadu satu

gaya hidup sederhana di masa kini


dia usap lembut beberapa anggota badan
dengan air wudhu dari kucuran kran
dia ucap pelan bebera permohonan
sucikan, sucilah… , hati dan pikiran


dari debu, dari niat jahat dan keji
dari kotoran dan noda ambisi – ambisi
dari salah ucap kata – kata latah
dari salah latak gerak polah tingkah


iklas - iklaskan diri menghadap Illahi
tak mungkin basa – basi apalagi menipu diri
dia tahu bahwa Tuhannya pasti tahu
karena Tuhannya tak pernah tidur


Ku ingin seperti lelaki itu…


Cerdas mengelola diri dari waktu ke waktu
Kau utamakan kewajiban
lima waktu
Diantara beratus keharusan dan aturan
Bekal kekal di akhir kehidupan






Senin, 16 Juni 2008

Wahai Sahabatku

Wahai sahabatku yang selalu datang terlambat
dengan fasilitas lengkap terima hak tak pernah telat
Berakar dan berkembang bak benalu
Sudah putuskah kau punya urat malu?


Kau putar otak mengulur waktu
Sambil main sol – solan kartu
Kau memerintah pakai bahasa sepatu
Berdalih titah para pangeran dan ratu


ku mengerti “bagiku urusanku – bagimu urusanmu”
namun mengertilah kau makin terlalu
kau lupakan kepalamu, kau hitung rambutmu
kau biarkan terurai menutup hatimu


Wahai sahabatku yang profesianal
Selalu mampu menyelasaikan persoalan
Walau dengan kasak - kusuk cari backingan
Juragan centeng petentang - petenteng kurang kerjaan


Pagi ku berangkat agar semuanya tepat
berusaha tetap taat walau terima hak telat
dulu kita suka bercanda tetapi kini bukan waktunya

Aku sedang susah jangan lagi dibuat marah - marah




Gagak Rimang

bergerombol dan bergerak, terbang tinggi di langit

sayap hitam terkepak, dalam kehidupan menghimpit

saat bumi mulai gelap, langit didaulat jadi atap

tak punya tempat tetap, tak pasti kapan menetap


duduk dan bicaralah padaku, oh… gagak – gagak rimang

tunjukan cara memahamimu, oh… gagak – gagak rimang


hitammu pesona kekuatan, mata merahmu adalah kejelian

paruhmu janjikan kepedihan, cekeramanmu tak teruraikan


duduk dan bicaralah padaku, oh… gagak – gagak rimang

tunjukan cara memahamimu, oh… gagak – gagak rimang


kau tahu sisi – sisi buruku, berjalan dalam bahaya

hitam, bau dan kotor mengitariku, menari tanpa ketukan nada


meski begitu masih kukatakan silahkan,

jika kau tahu dan bernar – benar ingankan

tinggal kau tuntun aku suatu tempat,

dan biarkanku pergi cepat





Kau Hebat

Kau bicara “banyak”
Aku hanya bicara takaran
Kau bicara “besar”
Aku hanya bicara ukuran
Kau bicara “benar”
Aku hanya bicara aturan
Kau bicara “baik”
Aku hanya bisa bicara nilai – nilai
Kau bicara “mimpi”
Aku hanya bisa bicara kenyataan

Bagaimana dianggap sampai
Jika tidak tahu tujuan
Bagaimana dianggap bisa
Jika tidak tau apa yang harus dikerjakan
Bagaimana mau melangkah
Sedang tak tahu kita dimana

Kau memang habat…
Kau pecahkan kaca - kaca hati
Tak bisa kita bercermin lagi
Ambang kehacuran semakin dekat


Senin, 07 April 2008

Kusni Kasdut

h a r u - b i r u
kehidupan adalah perlawanan tanpa penyesalan
kesalahan hanyalah lawan kata kebenaran
selanjutnya engkau pasti tahu…


tahun 1976 ku bertobat
semua yang ada tak selalu terlihat
jarak antar saat begitu dekat
situasilah yang memaksa dan membuat




kuberlari, rindukan terang
pada pekat malam kuterjang
serpihan paku, kaca dan kawat berduri
bulan tak peduli, turuti kata hati
hati menderu – deru, belenggu memburu
beradu cepat dengan peluru

kusadari hidupku hanya menunggu
suara 12 senapan dalam satu letupan
satu aba - aba… pada satu sasaran
y a i t u a j a l k u . . . .


Ignatius Waluyo AKA Kusni Kasdut menuju eksekusi hukuman mati pada akhir tahun 1970-an atau awal 1980-an

Kamis, 13 Maret 2008

Jalan

Tidak semua jalan dapat dilalui tetapi jalan hidup mesti dijalani, ada jalan lurus, ada jalan belok, ada jalan tertutup, ada jalan searah dan ada jalan dua arah, berusaha jangan sampai salah jalan dan salah arah, hiduplah teratur

Jalan – jalan di jalan disuruh pelan – pelan banyak anak kecil main bola, salah kaparah. Di jalan harus sopan banyak orang duduk di jalan, kena sumpah serapah. Agar bisa jalan di jalan tidaklah mudah, banyak aturan, banyak polisi tidur.

Jalanmu adalah jalanmu, jalanku adalah jalanku, banyak jalan masih satu tujuan, sampailah dipersipangan, baru berbeda tujuan. Agar cepat sampai tujuan, jalan tikus jadi penyelesaian.

Banyak orang habiskan waktu di jalan, banyak waktu bisa jalan – jalan, banyak yang jalan di jalan tidak bisa jalan, banyak waktu habis di jalan, jalan sempit banyak yang jalan, banyak yang jualan mudah bersinggungan, tak sampai baku hantam hanya plotot-plototan.

Berjalan di jalan, menjalani hidup agar lancar harus sabar, pelan menunggu giliran, tak taunya ngga kebagian….


gambar pinjam tanpa ijin dari sini

Selasa, 11 Maret 2008

Selamat Ulang Tahun Puteriku

Selamat Ulang Tahun Puteriku
Ginarisa Widya Ramadhani





Semoga panjang umur, cerdas dan sehat selalu
Semoga menjadi anak sholehah
I always one step behind you

Boka [py] okap

taken pic from here

Krisis Multi Demensi

Sepulang dinas luar kota, seperti biasa aku naik bus membelah kota berlawanan dengan padatnya arus kendaraan, orang – orang berangkat kerja, satu sisi lengang – sisi kananku macet total dualisme kota besar, setengah ngantuk kuteringat penumpang kereta yang sedang kasak – kusuk kemudian menyelipkan sesuatu di saku baju salah seorang kondiktur, “nyemplo” bisik sinis penumpang yang duduk disampingku membuatku ngga bisa tidur, akhirnya menghibur diri nonton berita malam di teve kereta api, ada menteri dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia, ada bencana alam yang korbanya tak tertangani, ada pajabat mangkir dari tanggungjawabnya sesekali diselingi iklan mobil mewah yang telah laku ribuan unit dan iklan obat pelangsing tumbuh, kembali ke berita ada anak mati kelaparan, banyak anak terkena gizi buruk, tak mampu beli pupuk gagal panen petani ngamuk.

Ngga terasa hari sudah pagi sampai di stasiun ada yang menawarkan taxi tanpa cargo alias borongan dan tanpa AC karena pak sopir ngantuk ngga boleh terkena AC, tetapi bukan oleh sebab itu kuputuskan naik bus kota ini saja. Di pinggiran salah satu terminal bus dalam kota kupindah naik metromini yang sudah ngga laik tetapi tetap dipaksakan jalan, goyang - goyang, gemetaran dan geleng - geleng jadinya, namun masih mampu ngisi bahan bakar di pompa bensin yang berasal dari Negeri Jiran. Berhenti di pertigaan, ditengah jalan kuditurunkan di iringi teriakan “kaki kiri…kiri..kiri…!” suara kas Tapanuli Utara.

Di tepi jalan sejenak mengamati seorang anak muda mendorong motor bebeknya dengan rambut samping kanan-kiri cepak sedang bagian tengah, rambutnya dibentuk merip Cula Badak Banten dengan segala ukuran, seorang gadis dengan pakaian yang sedang ngetrend tank – top warna merah - kuning - hijau dengan gambar daun ganja, celana pensil mete – mete tinggal melorotnya, mengikuti disamping belakang, kepalanya menunduk, wajah tetrtutup rambut berwarna merah jambu, semakin dekat semakin menyita perhatianku. saat berjalanan tepat di depanku, dengan sedikit iseng kutanya “kenapa dik, motornya rusak ya?, dijawab dengan sambil lalu “ngga kok, habis bensinnya” “ di depan ada pom bensin, dekat situ” sahutku sambil mengikuti langkah mereka, langkah mereka terhenti lalu menenggokku dengan mata melotot dan nada suara tinggi dia jawab “ masalahnya gue ngga punya uang..”. sampai rumah ngga sempet mandi ngga sempet lagi mikir langsung merebahkan tumbuh ke ranjang, walau masih sempet terdengar dari luar rumah beberapa tangga berdebat tentang banyaknya mantan pejabat yang berambisi menjadi persiden, lalu.... perlahan – lahan kukehilangan kesadaranku…


gambar pinjam tanpa ijin dari sini

You & Me

Have you ever felt those times, before?
You and me never know where to go
Here, we are hand in hand together
And here, we are to share each other

You and me standing here so long a go
You and me never know run to go
Here, we are stay close together
But still here we are to share each other

Lastly we take it…
Lastly we take it…(Here we are hand in hand together)
Lastly we love it… (Here we are to share each other)
Lastly we make it…(Here we are ‘til the end of time…)

Senin, 03 Maret 2008

Tom's Sawyer

Seorang prajurit jaman modern melangkah dengan mantap
Hari ini Tom's Sawyer sungguh bangga

Meskipun demikian pikirannya bukan untuk disewakan
Jangan menjatuhkan dia dengan arogan
sikap hati-hatinya, adalah suatu pertahanan yang tenang
bersabar pada kejadian hari ini
seperti sungai….

Apa yang kau katakan tentang perusahaannya
Apa yang kau katakan tentang masyarakat

Tangkaplah kabut, dapatkan dongeng
Tangkaplah misteri, dapatkan buaian
Dunia itu, dunia itu adalah
Kasih dan hidup yang sangat dalam
Barangkali seperti langit yang lebar

Hari ini Tom's Sawyer, mememberi penghargaan
Dan kesempatan untuk menyerbu bersamamu

Tidak, pikirannya tidak untuk disewakan
Baik kepada para dewa maupun pemerintahan

Selalu penuh harapan, tetapi perasaannya masih belum senang.
Ia tahu bahwa perubahan tidak lah permanen
Tetapi nyatanya berubah – rubah….

Apa yang Anda katakan tentang perusahaannya,
Apa yang Anda katakan tentang masyarakat

dapatkan saksi, dapatkan kecerdasan
dapatkan semangat, dapatkan semburan ludah

Dunia itu adalah dunia dimana
Kasih dan hidup sangatlah dalam
Barangkali seperti langit yang lebar

Keluar sebagai prajurit Tom's Sawyer mememberi penghargaan
dan energi kepadamu untuk berdagang
Ia mengerti betul pertikaian pada hari ini

terjemahan Bebas oleh swiddsix

Tom's Sawyer

Words by Neil Peart and Pye DuBois,
Music by Geddy Lee and Alex Lifeson


A modern-day warrior mean.. mean stride
Today's Tom Sawyer mean…mean pride

Though his mind is not for rent
Don't put him down as arrogant
His reserve, a quiet defense
Riding out the day's events ---
The river

What you say about his company
Is what you say about society
Catch the mist, Catch the myth
Catch the mystery, Catch the drift

The world is the world is
Love and life are deep
Maybe as his skies are wide

Today's Tom Sawyer He gets high on you
And the space he invades He gets by on you

No, his mind is not for rent
To any god or government
Always hopeful, yet discontent
He knows changes aren't permanent
But change is

What you say about his company
Is what you say about society
Catch the witness, Catch the wit
Catch the spirit, Catch the spit

The world is the world is
Love and life are deep
Maybe as his eyes are wide

Exit the warrior Today's Tom Sawyer He gets high on you
And the energy you trade He gets right on to The friction of the day


Why Me

Mengapa Aku
Berdiri di atas gedung, menyaksikan kedap - kedip lampu di bawah sana
bumi sedang berputar, mengapa putaranya lambat?
berkhayal tentang gadis, yang pernah kutinggalkan sebelumnya
Houston dapatkah kau mendengarku atau aku telah kehilangan pikiranku?
Mengapa aku, mengapa aku?

Aku menunggu di bantalan rel, semua sistem telah berjalan sepeti biasa
Ada orang di atas menara, menujukan keasyikannya
Lalu aku dapat merasakan bahwa aku tidak pernah mempunyai sebelumnya
Hey, izinkan saya ke luar dari sini, untuk apa aku di sini ?
Mengapa aku, mengapa aku?

Meski ada seribu orang yang lain
Meski banyak jalan lain agar terlihat baik di matamu
Mengapa saya pergi dari sini, apa yang mereka lakukan hanya mengawasiku?
Meski ada seribu tempat yang lain pasti akan terjadi
Mengapa aku?

Orang terakhir yang pergi dari sini tidak pernah terdengar lagi
Dia tidak akan kembali di jalan ini walau sampai tahun 2010
Sekarang aku bergerak ke atas pusaran api
Dengan kembalinya aku ke bumi, aku bergerak lebih tinggi dan semakin tinggi
Mengapa aku, mengapa aku?

Meski ada seribu orang yang lain
Meski banyak jalan lain agar terlihat baik di matamu
Mengapa saya pergi dari sini, apa yang mereka lakukan hanya mengawasiku?
Meski ada seribu tempat yang lain pasti akan terjadi
Mengapa aku?

Mengapa aku, pendapat siapapun hanya aku
Mengapa aku, pendapat siapapun hanya aku
Mengapa aku?
Mengapa aku?

terjemahan bebas oleh swiddsix


Why Me
By. Planet P Project

Sitting up here watching all the lights blink down below
The Earth is turning, why does it go so slow?
Thinking about the girl I left behind
Houston can you hear me or have I lost my mind?
Why me, why me?

I was waiting on the pad, all systems were go
The man up in the tower was enjoying the show
Then I got this feeling that I never had before
Hey, let me out of here, what am I here for?
Why me, why me?

There must be a thousand other guys
Must be some other way to look good in your eyes
Why am I up here, what do they see in me?
Must be one thousand other places to be
Why me?

The last man to leave here was never heard from again
He won't be back this way until 2010
Now I'm riding on a fountain of fire
With my back to the Earth, I go higher and higher
Why me, why me?

There must be a thousand other guys
Must be some other way to look good in your eyes
Why am I out here, what do they see in me?
Must be one thousand other places to be
Why me?

Why me, take anyone but me
Why me, take anyone but me
Why me?
Why me?

Las Palabras de Amor

dengarkan kata - kata cinta

Disadari atau tidak, cinta akan datang tanpa manusia bisa menghindari. Acap kali dia membuahkan indahnya rindu, dan semangat yang membara, namun kadang dia meciptakan tragedi yang memilukan, kok bisa begitu ? Sebenarnya apakah cinta itu?, bagaimana kita menempatkan cinta?

Las palabras de amor
Let me hear the words of love
Despacito mi amor
Let me know
Las palabras de amor
Let us share the words of love
For evermore, for evermore .
. . . .
Mari mendengarkan kata-kata cinta
Biarkan ku dengar kata-kata cinta
arti cinta
Mari dengarkan kata-kata cinta
Mari berbagi kata-kata cinta
Kepada setiap insan, kepada setiap insan

Cinta
Seperti Song lyric Las Parabras De Amor dari Queen yang mengajak kita mendengar dan berbagi kata cinta. Walau cinta jarang disebutkan oleh lisan namun terdengar nyaring dan menggetarkan jiwa. Cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan. Cinta merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia, yang tidak bisa terlepas dan merupakan sesuatu yang esensial.

Tuhan, Agama dan Cinta
Agama adalah Cinta, dan cinta adalah agama. Kata Tuhan atau Illahun dalam bahasa Arabnya berakar dari kata walahun, yang artinya cinta dan larut ke dalam sifat sang kekasih. Hubungan antara Allah dan makluk-Nya pada prinsipnya dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang. Definisi yang membeda dalam dunia manusia tentang agama dan cinta ini, memperkenalkan kepada kita tentang makna yang terkandung dalam pengertian agama dan cinta. Jadi agama adalah cinta kepada Allah, manusia dan kebaikan, cinta yang suci adalah cinta yang bersumber dari kencintaan kepada Allah dan kecitaan pada nilai - nilai kebaikkan, keindahan yang universal.

Causalita Cinta
Adapaun causalita (sebab) munculnya rasa cinta kepada rupa yang baik dalam kebanyakan kasusnya, pada kenyataannya karena jiwa manusia itu baik dan mendambakan sesuatu yang baik serta cenderung pada rupa - rupa yang baik, yang rapi, untuk itu apabila jiwa manusia melihat idolanya, ia akan mengincarnya dan apabila dibalik keindahan rupa itu ia menemukan sifat yang sesuai dengan dirinya dan dapat berhubungan dengannya, maka terjalinlah cinta sejati. Namun jika ia tidak menemukan di balik rupa itu sesuatu yang sesuai dengan dirinya, maka kecintaannya hanya sebatas pada rupa (fisik) semata, maka ini lah yang disebut cinta syahwat (birahi).

Fenomena dan Tingkatan Cinta
Cinta mempunyai tingkatan dan fenomena yang berbeda dari masing - masing tingkatan.

1. Fenomena cinta tingkat tinggi.
Cinta kepada Allah, seseorang yang dalam hatinya tertanam keimanan yang dalam, maka segala sesuatu yang ada padanya diorientasikan untuk mencitai Allah. Karena keyakinannya bahwa Tuhan Yang Maha Sempurna, Maha Indah, dan Maha Agung tidak ada mungkin yang menyamai-Nya dalam sifat, bentuk atau bilangan. ketinggian, kesempurnaan dan keagungan. Dan paling berhak atas hidup dan kehidupan alam semesta dan seisinya hingga mati. Kecintaan kepada Allah akan membuahkan kebahagiaan dan ketentraman umat manusia.

2. Fenomena cinta tingkat menengah.
Cinta tingkat menengah merupakan refleksi dari energi perasaan dalam hati dan emosi jiwa yang membagkitkan kemauan dalam diri seseorang untuk mencintai sesama cipataan Allah, berangkat dari rasa syukur atas nikmat-Nya dan rasa kebersamaan sesama ciptaan-Nya, maka kita wajib mencitai:

a. Sesama manusia melalui ikatan kekeluargaan, darah maupun perkawinan; ikatan pertemanan dan persahabatan. Seperti ikatan suami-istri, anak-orangtua, dan keluarga besar; ikatan persahabatan, bangsa, ras dan agama.

b. Alam dan mahkluk lain seperti menjaga kelestarian lingkungan, alam, hutan dan hewan agar tidak punah. Termasuk cintai tanah air, negara, bangsa tempat kita dilahirkan (nasionalisme).

c. Pekerjaan dan hasil usahannya (profesionalisme), dengan mencintai pekerjaan, kita akan lebih tahu mana yang bermanfaat dan mana yang mudarat serta akan membakitkan semangat saling menghargai dan mehormati profesi masing - masing, munuju hidup damai dan sejahtera.

Namun perlu diingat cinta dalam tahap ini wajib didasarkan atas kesadaran cinta kepada Allah, melalui kebenaran dan kebaikkan yang hakiki.

3. Fenomena cinta tingkat rendah
Cinta tingkat rendah adalah hina, diharamkan dan boleh dikatakan sebagai cinta yang dapat membunuh karakter manusia, yaitu mencintai ciptaan Allah di atas cinta terhadap Allah. Oleh karenanya terasa pilu, kecewa dan bermuram durja apabila yang kita cintai ini meninggalkan kita. Cinta semancam ini adalah cinta bagi orang - orang yang telah dibutakan atas perasaan cinta dari mata hatinya. Rasa cinta yang berlebihan terhadap sesama manusia, harta, benda, dan tahta telah menjungkir-balikan cara berpikir mereka. Kebencian, kekejian, kelicikan diartikan cinta. Bom Bali dan Kuningan, Perang mempertahankan kekuasaan. Sengketa atas hak tanah, pembunuhan terhadap orang yang dikasihi, korupsi dan kecurangan dalam berusaha adalah fenomena dari cinta tingkat rendah.

Kesimpulan
Mencintai dan dicintai adalah fitrah setiap manusia, tidak ada satu pun yang mampu menolak jika rasa cinta telah merasuk ke dalam hati, sebagai manusia pasti kita juga pernah dicintai dan mencitai. Persolalannya apakah cinta dalam diri anda menjadi penguat identitas kita atau justru menjadi melemahkan bahkan menghancurkan kita. Sekarang tinggal Kita letakan cinta pada posisi yang benar dan menjadikan Allah di atas segala cinta yang ada, sehingga cinta akan membawa kita dalam kebahagiaan dunia akhirat, bukan sebaliknya.

Serahkanlah hidup dan matimu hanya pada Allah semata, agar damai senantiasa hatimu

----------------------------------------
(taken from some source and wroten by swiddsix)
semoga bermanfaat)

Kamis, 14 Februari 2008

Angin III [habis]

Ban kempes, kurang Angin
Jalannya pelan takut kandas
Ban Bocor, Anginnya kemana - mana
Sakit terasa, oh… kena paku ternyata
Habis, Anginnya habis

Didorong cepat atau lambat
Habis Angin masih semangat
Habis Angin sampai keluar keringat
Habis Angin sampai tambal ban terdekat
mencari solusi…

Kurang Angin, didorong sepedanya,
Keluar Angin, ditambal yang bocor,
Tambah Angin, dipompa bannya,
Banyak Angin ditekan, malah door!
Ganti ban dalam hati emosi

Kurang Angin, Kempes
Keluar Angin, Bocor
Masuk Angin, Sakit
Banyak Angin, Ribut
Susah juga…

Tetapi mungkin sudah sifatnya
Angin selalu bergerak
Menembus ruang, waktu dan jarak
Diamnya Angin sejatinya udara
Berguna juga…

Mungkin sudah kodratnya
Angin selalu berputar
Mencari jalan keluar
Lubang Angin adalah jendela kebahagiaannya
Ihklaskan saja… Ihklaskan saja…

Angin berhembus,
Angin bergerak
Angin beranjak
Angin terus
Habis

Walau berbutir – butir peluh
sepedaku tetap kukayuh,
didorong dan berputar
Agar kehidupan berjalan wajar ….
Sampai sepedaku berjalan di jalan sepi…




Angin II [bencana]

Angin, udara yang bergerak
Angin Semilir, bikin malas bergerak
Angin Ribut, kebanyakan mau gerak
Angin Duduk, ngga mau bergerak
Bergerak – Gerak….

Angin berputar – berputar
Ombak bergulung – gulung
Bumi bergoncang - goncang
Awan, berarak – arak
Tiba – tiba….

Angin Darat, ngga bersahabat
Angin Laut, menelan maut
Angin di Udara, sirnakan nyawa
Angin Surga, propaganda berwajah ganda
Ribut – ribut….















Angin Ribut yang pertama bernama Taufan dan Leysus
Walau lucu, saudara kembar ini selalu tebar petaka
Angin Ribut yang kedua bernama Tornado
Walau Keren, tetap saja gulirkan bencana
Angin Ribut yang ketiga bernama Katrina
Walau si cantik ini diam, diam – diam menabur derita
Angin Ribut yang keempat bernama Puting Beliung
Walau aduhai sexy, selalu janjikan kehancuran dunia
Angin Ribut yang terakhir bernama Puyuh
Walau kecil, bisa terbangkan jiwa – raga – harta – benda
Tahu – tahu….

Angin salahkan pemimpinya,
Angin salahkan bawahannya,
Angin salahkan saudaranya,
Angin salahkan sahabatnya,
Salah – salahan….

Angin di Tanah – Air,
di Musim Hujan banjirkan Air – Mata
Angin di Air – Tanah,
di Musim Kemarau keringkan Mata – Air
Hati – Hati….

Pancaroba
Waspadalah
Terjagalah
Buka Mata
Lebar - lebar


Angin II Inspired from berharap [bencana] berakhir segera

A n g i n I [sepi]

Ngga ada lagi yang chatting, mailing & browsing
Kok angin-anginan
Kemana angin berhembus
Angin berhembus kemana
I k u t …

Angin – anginan nanti masuk angin
masuk – masuk angin
Ngga keluar – keluar angin
Masuk angin nanti ngga masuk - masuk
K e r j a …

Orang pintar minum ……angin
Anti angin wes hewes hewes babalas angine
Wes hewes hewes diberitahu dianggap angin lalu
Oh angin sampaikan emailku ke empat penjuru….
M a t a A n g i n ...

“Semoga bukan hanya angin yang mendengar”



(terinspirasi oleh klirumologi: angin di dalam istilah Suku Jawa berwarna merah, konon asal usulnya dari dialog orang yang sedang kerokan (kerikan), waktu dikerok (dikerik) kulitnya berwarna merah, orang yang ngerok (ngerik) sepontan bilang: “nah… anginnya sudah keluar” dari situ banyak orang jawa mengatakan angin berwarna merah)

Selasa, 01 Januari 2008

Aku, Kau dan Ibuku

Keras tekadnya, selalu berkebaya
sekejap waktu, Ibuku menemaniku

Ibuku dalam kenanganku

Kasih terkubur dalam, sayang jauh ketinggalan
Lamban kuberjalan, cepat kutersesat
Ibuku dalam pencarianku

Dahan kuharapkan, ranting kudapatkan
Rentan tergoncang, patah menanggung beban
Aku dalam kebimbanganku

Kesatu tak terima, kedua tak terasa
Ketiga, keempat pergi begitu saja, kelima sama saja
Aku dalam Penghitunganku

waktu berjalanan, hangat kujelang
Senasib sepenanggunan, searah tujuan
Kau dalam pengharapanku

Kau bukan Ibuku, kau bukan pengganti Ibuku
Kau adalah Istriku, Ibu dari anak-anakku
Kau dalam kesadaranku

Manusia sempurna, tak kan ada
Kasih – sayang dan Cinta-Nya adalah Kausa Sempurna
Aku, kau dan Ibuku dalam kebahagianku

Kebahagiaan adalah Keimanan
Aku, Kau dan Ibuku pada Kuasa Sang Khaliq ….


written by swiddisix on Kartini Day’s, 2007

selamat berusia 40 tahun istriku pada 1 Mei 2007