dengarkan kata - kata cinta
Disadari atau tidak, cinta akan datang tanpa manusia bisa menghindari. Acap kali dia membuahkan indahnya rindu, dan semangat yang membara, namun kadang dia meciptakan tragedi yang memilukan, kok bisa begitu ? Sebenarnya apakah cinta itu?, bagaimana kita menempatkan cinta?
Las palabras de amor
Let me hear the words of love
Despacito mi amor
Let me know
Las palabras de amor
Let us share the words of love
For evermore, for evermore .
. . . .
Mari mendengarkan kata-kata cinta
Biarkan ku dengar kata-kata cinta
arti cinta
Mari dengarkan kata-kata cinta
Mari berbagi kata-kata cinta
Kepada setiap insan, kepada setiap insan
Cinta
Seperti Song lyric Las Parabras De Amor dari Queen yang mengajak kita mendengar dan berbagi kata cinta. Walau cinta jarang disebutkan oleh lisan namun terdengar nyaring dan menggetarkan jiwa. Cinta adalah perasaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan. Cinta merupakan perasaan mendasar dalam diri manusia, yang tidak bisa terlepas dan merupakan sesuatu yang esensial.
Tuhan, Agama dan Cinta
Agama adalah Cinta, dan cinta adalah agama. Kata Tuhan atau Illahun dalam bahasa Arabnya berakar dari kata walahun, yang artinya cinta dan larut ke dalam sifat sang kekasih. Hubungan antara Allah dan makluk-Nya pada prinsipnya dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang. Definisi yang membeda dalam dunia manusia tentang agama dan cinta ini, memperkenalkan kepada kita tentang makna yang terkandung dalam pengertian agama dan cinta. Jadi agama adalah cinta kepada Allah, manusia dan kebaikan, cinta yang suci adalah cinta yang bersumber dari kencintaan kepada Allah dan kecitaan pada nilai - nilai kebaikkan, keindahan yang universal.
Causalita Cinta
Adapaun causalita (sebab) munculnya rasa cinta kepada rupa yang baik dalam kebanyakan kasusnya, pada kenyataannya karena jiwa manusia itu baik dan mendambakan sesuatu yang baik serta cenderung pada rupa - rupa yang baik, yang rapi, untuk itu apabila jiwa manusia melihat idolanya, ia akan mengincarnya dan apabila dibalik keindahan rupa itu ia menemukan sifat yang sesuai dengan dirinya dan dapat berhubungan dengannya, maka terjalinlah cinta sejati. Namun jika ia tidak menemukan di balik rupa itu sesuatu yang sesuai dengan dirinya, maka kecintaannya hanya sebatas pada rupa (fisik) semata, maka ini lah yang disebut cinta syahwat (birahi).
Fenomena dan Tingkatan Cinta
Cinta mempunyai tingkatan dan fenomena yang berbeda dari masing - masing tingkatan.
1. Fenomena cinta tingkat tinggi.
Cinta kepada Allah, seseorang yang dalam hatinya tertanam keimanan yang dalam, maka segala sesuatu yang ada padanya diorientasikan untuk mencitai Allah. Karena keyakinannya bahwa Tuhan Yang Maha Sempurna, Maha Indah, dan Maha Agung tidak ada mungkin yang menyamai-Nya dalam sifat, bentuk atau bilangan. ketinggian, kesempurnaan dan keagungan. Dan paling berhak atas hidup dan kehidupan alam semesta dan seisinya hingga mati. Kecintaan kepada Allah akan membuahkan kebahagiaan dan ketentraman umat manusia.
2. Fenomena cinta tingkat menengah.
Cinta tingkat menengah merupakan refleksi dari energi perasaan dalam hati dan emosi jiwa yang membagkitkan kemauan dalam diri seseorang untuk mencintai sesama cipataan Allah, berangkat dari rasa syukur atas nikmat-Nya dan rasa kebersamaan sesama ciptaan-Nya, maka kita wajib mencitai:
a. Sesama manusia melalui ikatan kekeluargaan, darah maupun perkawinan; ikatan pertemanan dan persahabatan. Seperti ikatan suami-istri, anak-orangtua, dan keluarga besar; ikatan persahabatan, bangsa, ras dan agama.
b. Alam dan mahkluk lain seperti menjaga kelestarian lingkungan, alam, hutan dan hewan agar tidak punah. Termasuk cintai tanah air, negara, bangsa tempat kita dilahirkan (nasionalisme).
c. Pekerjaan dan hasil usahannya (profesionalisme), dengan mencintai pekerjaan, kita akan lebih tahu mana yang bermanfaat dan mana yang mudarat serta akan membakitkan semangat saling menghargai dan mehormati profesi masing - masing, munuju hidup damai dan sejahtera.
Namun perlu diingat cinta dalam tahap ini wajib didasarkan atas kesadaran cinta kepada Allah, melalui kebenaran dan kebaikkan yang hakiki.
3. Fenomena cinta tingkat rendah
Cinta tingkat rendah adalah hina, diharamkan dan boleh dikatakan sebagai cinta yang dapat membunuh karakter manusia, yaitu mencintai ciptaan Allah di atas cinta terhadap Allah. Oleh karenanya terasa pilu, kecewa dan bermuram durja apabila yang kita cintai ini meninggalkan kita. Cinta semancam ini adalah cinta bagi orang - orang yang telah dibutakan atas perasaan cinta dari mata hatinya. Rasa cinta yang berlebihan terhadap sesama manusia, harta, benda, dan tahta telah menjungkir-balikan cara berpikir mereka. Kebencian, kekejian, kelicikan diartikan cinta. Bom Bali dan Kuningan, Perang mempertahankan kekuasaan. Sengketa atas hak tanah, pembunuhan terhadap orang yang dikasihi, korupsi dan kecurangan dalam berusaha adalah fenomena dari cinta tingkat rendah.
Kesimpulan
Mencintai dan dicintai adalah fitrah setiap manusia, tidak ada satu pun yang mampu menolak jika rasa cinta telah merasuk ke dalam hati, sebagai manusia pasti kita juga pernah dicintai dan mencitai. Persolalannya apakah cinta dalam diri anda menjadi penguat identitas kita atau justru menjadi melemahkan bahkan menghancurkan kita. Sekarang tinggal Kita letakan cinta pada posisi yang benar dan menjadikan Allah di atas segala cinta yang ada, sehingga cinta akan membawa kita dalam kebahagiaan dunia akhirat, bukan sebaliknya.
Serahkanlah hidup dan matimu hanya pada Allah semata, agar damai senantiasa hatimu
----------------------------------------
(taken from some source and wroten by swiddsix)
semoga bermanfaat)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar