Kamis, 14 Februari 2008

Angin III [habis]

Ban kempes, kurang Angin
Jalannya pelan takut kandas
Ban Bocor, Anginnya kemana - mana
Sakit terasa, oh… kena paku ternyata
Habis, Anginnya habis

Didorong cepat atau lambat
Habis Angin masih semangat
Habis Angin sampai keluar keringat
Habis Angin sampai tambal ban terdekat
mencari solusi…

Kurang Angin, didorong sepedanya,
Keluar Angin, ditambal yang bocor,
Tambah Angin, dipompa bannya,
Banyak Angin ditekan, malah door!
Ganti ban dalam hati emosi

Kurang Angin, Kempes
Keluar Angin, Bocor
Masuk Angin, Sakit
Banyak Angin, Ribut
Susah juga…

Tetapi mungkin sudah sifatnya
Angin selalu bergerak
Menembus ruang, waktu dan jarak
Diamnya Angin sejatinya udara
Berguna juga…

Mungkin sudah kodratnya
Angin selalu berputar
Mencari jalan keluar
Lubang Angin adalah jendela kebahagiaannya
Ihklaskan saja… Ihklaskan saja…

Angin berhembus,
Angin bergerak
Angin beranjak
Angin terus
Habis

Walau berbutir – butir peluh
sepedaku tetap kukayuh,
didorong dan berputar
Agar kehidupan berjalan wajar ….
Sampai sepedaku berjalan di jalan sepi…




Angin II [bencana]

Angin, udara yang bergerak
Angin Semilir, bikin malas bergerak
Angin Ribut, kebanyakan mau gerak
Angin Duduk, ngga mau bergerak
Bergerak – Gerak….

Angin berputar – berputar
Ombak bergulung – gulung
Bumi bergoncang - goncang
Awan, berarak – arak
Tiba – tiba….

Angin Darat, ngga bersahabat
Angin Laut, menelan maut
Angin di Udara, sirnakan nyawa
Angin Surga, propaganda berwajah ganda
Ribut – ribut….















Angin Ribut yang pertama bernama Taufan dan Leysus
Walau lucu, saudara kembar ini selalu tebar petaka
Angin Ribut yang kedua bernama Tornado
Walau Keren, tetap saja gulirkan bencana
Angin Ribut yang ketiga bernama Katrina
Walau si cantik ini diam, diam – diam menabur derita
Angin Ribut yang keempat bernama Puting Beliung
Walau aduhai sexy, selalu janjikan kehancuran dunia
Angin Ribut yang terakhir bernama Puyuh
Walau kecil, bisa terbangkan jiwa – raga – harta – benda
Tahu – tahu….

Angin salahkan pemimpinya,
Angin salahkan bawahannya,
Angin salahkan saudaranya,
Angin salahkan sahabatnya,
Salah – salahan….

Angin di Tanah – Air,
di Musim Hujan banjirkan Air – Mata
Angin di Air – Tanah,
di Musim Kemarau keringkan Mata – Air
Hati – Hati….

Pancaroba
Waspadalah
Terjagalah
Buka Mata
Lebar - lebar


Angin II Inspired from berharap [bencana] berakhir segera

A n g i n I [sepi]

Ngga ada lagi yang chatting, mailing & browsing
Kok angin-anginan
Kemana angin berhembus
Angin berhembus kemana
I k u t …

Angin – anginan nanti masuk angin
masuk – masuk angin
Ngga keluar – keluar angin
Masuk angin nanti ngga masuk - masuk
K e r j a …

Orang pintar minum ……angin
Anti angin wes hewes hewes babalas angine
Wes hewes hewes diberitahu dianggap angin lalu
Oh angin sampaikan emailku ke empat penjuru….
M a t a A n g i n ...

“Semoga bukan hanya angin yang mendengar”



(terinspirasi oleh klirumologi: angin di dalam istilah Suku Jawa berwarna merah, konon asal usulnya dari dialog orang yang sedang kerokan (kerikan), waktu dikerok (dikerik) kulitnya berwarna merah, orang yang ngerok (ngerik) sepontan bilang: “nah… anginnya sudah keluar” dari situ banyak orang jawa mengatakan angin berwarna merah)