Senin, 23 Juni 2008

Lelaki itu...

Spectrum jingga memacar di balik bumi
Sang mentari perlahan sembunyi
Adzan Maghrib berkumandang
Cepat sigap dia bertandang

Ku ingin seperti lelaki itu…

Langkahnya tenang menuju surau dekat rumahku
gambaran ketenangan hati sanubari
baju putih, kain sarung, peci berpadu satu

gaya hidup sederhana di masa kini


dia usap lembut beberapa anggota badan
dengan air wudhu dari kucuran kran
dia ucap pelan bebera permohonan
sucikan, sucilah… , hati dan pikiran


dari debu, dari niat jahat dan keji
dari kotoran dan noda ambisi – ambisi
dari salah ucap kata – kata latah
dari salah latak gerak polah tingkah


iklas - iklaskan diri menghadap Illahi
tak mungkin basa – basi apalagi menipu diri
dia tahu bahwa Tuhannya pasti tahu
karena Tuhannya tak pernah tidur


Ku ingin seperti lelaki itu…


Cerdas mengelola diri dari waktu ke waktu
Kau utamakan kewajiban
lima waktu
Diantara beratus keharusan dan aturan
Bekal kekal di akhir kehidupan






Tidak ada komentar: