Wahai sahabatku yang selalu datang terlambat
dengan fasilitas lengkap terima hak tak pernah telat
Berakar dan berkembang bak benalu
Sudah putuskah kau punya urat malu?
Kau putar otak mengulur waktu
Sambil main sol – solan kartu
Kau memerintah pakai bahasa sepatu
Berdalih titah para pangeran dan ratu
ku mengerti “bagiku urusanku – bagimu urusanmu”
namun mengertilah kau makin terlalu
kau lupakan kepalamu, kau hitung rambutmu
kau biarkan terurai menutup hatimu
Wahai sahabatku yang profesianal
Selalu mampu menyelasaikan persoalan
Walau dengan kasak - kusuk cari backingan
Juragan centeng petentang - petenteng kurang kerjaan
Pagi ku berangkat agar semuanya tepat
berusaha tetap taat walau terima hak telat
dulu kita suka bercanda tetapi kini bukan waktunya
Aku sedang susah jangan lagi dibuat marah - marah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar